BAHAN ORGANIK TANAH
Bahan organik tanah merupakan bahan di dalam atau permukaan tanah yang berasal dari sisa tumbuhan, hewan, dan manusia baik yang telah mengalami dekomposisi lanjut yang sedang mengalami proses dekomposisi. Secara substansi bahan organik tersusun dari bahan humus dan non humus (Bohn et al., 1979).
Bahan non Humus
Bahan non Humus merupakan sumber energi bagi mikroorganisme tanah serta sumber hara bagi tanaman. Melalui proses mineralisasi bahan organik, akan tersedia unsur hara mikro maupun makro.Sedangkan bahan humus mengandung unsur hara seperti NH4, NO3, SO4, S, H2PO4.
Bahan Humus
Bahan humus merupakan bahan yang telah terdekomposisi dan erupakan lapisan tanah yang paling subur. Humus mempunyai pengaruh memperbaiki struktur tanah, meninkatkan kapasitas pertukaran kation dlam tanah, penyangga pH tanah, dan meningkatkan daya simpan lengas. Selain itu bahan organik juga mempunyai pengaruh yang kuat di dalam agregasi tanah dan pembentukan struktur tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sehingga pada gilirannya memperbaiki drainase dan permeabilitas, penetrasi akar dan meningkatkan ketahanan terhadap erosi.
Kandungan bahan organik tanah berkisar antara 0,5-5% pada tanah-tanah mineral, dan mencapai 98% untuk tanah gambut/organik. Banyak parameter yang dapat digunakan untuk mencirikan kualitas bahan organik diantaranya adalah kandungan karbon dan nitrogen (C/N), kandungan bahan-bahan humus, kandungan lignin, selulosa dll.
Faktor yang mempengaruhi Kandungan Organik Tanah
Kandungan bahan organi tanah sangat bervariasi, dari yang rendah sampai tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kandungan bahan organik tanah antara lain :
1. Iklim
Berpengaruh pada bahan organik tanah dalam hal memacu atau menghambat laju dekomposisi.
2. Tipe pengguna lahan
Berpengaruh dalam penyediaan sumber bahan organik, misalnya daerah persawahan akan berbeda kandungan bahan organiknya dibanding daerah hutan.
3. Bentuk lahan
Mempengaruhi pada proses pengumpulan atau perbandingan bahan organik.
4. Kegiatan manusia
Kegiatan manusia akan menentukan kandungan organik tanah misalnya dengan pemberian pupuk atau drainase yang akan berpengaruh pada kandungan bahan organik tanah.
Peran dari bahan organik tanah, antara lain yaitu :
- Pengaruh BO di dalam tanah mencakup gatra genesa dan kesuburan tanah.
- Pengaruhnya dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Pengaruh jangka pendek terutama diperankan oleh bahan-bahan non-humus (non-humified materials), sedangkan pengaruh jangka panjang diberikan oleh bahan humus. Kedua pengaruh tersebut dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman.
- Tersedianya BO dalam tanah berarti pula tersedianya sumber karbon dan energi bagi mikroorganisme tanah yang perannya sangat dominan dalam proses perombakan BO.
- Lewat proses mineralisasi, BO mampu menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman terutama N, P, S dan unsur-unsur hara mikro.
- BO memainkan peran utama dalam pembentukan agragat dan struktur tanah yang baik, sehingga secara tak langsung akan memperbaiki kondisi fisik tanah, dan pada gilirannya akan mempermudah penetrasi air, perkembangan akar, serta meningkatkan ketahanan terhadap erosi.
- BO juga mampu meningkatkan KPK dan daya sanggah tanah, fotosintesis, keterlindian, serta biodegrasi pestisida di dalam tanah.
- BO juga dapat membentuk kompleks dengan unsur-unsur hara mikro sehingga dapat mencegah kehilangan lewat pelindihan, serta kurangi timbulnya keracunan unsur hara mikro. BO juga mampu melepaskan P yang disemat oleh oksida-oksida(Fe, Al) dalam tanah.
- Temmperatur dan kelembaban yang tinggi akan memacu alihrupa mineral, dan pengaruh tersebut akan diperbesar oleh kehadiran substansi organik.
- Kandungan BO tanah merupakan kriterium paling penting untuk mencirikan dan memapankan batas-batas suatu epipedon. Kandungan BO menentukan sebagai horison organik atau bukan.
- Beberapa epipedon yang menggunakan BO sebagai ciri pembeda utama dalah epipedon histik, molik, umbrik dan okrik. Peran BO sangat vital dalam genesa horison spodik.
Bahan Organik Tanah di Kelompokkan menjadi dua, yaitu :
- Bahan yang belum mengalami perubahan
Meliputi sisa-sisa yang masih segar dan komponen-komponen yang belum mengalami transformasi yaitu senyawa yang masih berupa sisa peruraian yang terdahulu.
- Bahan yang telah mengalami transformasi
Disebut dengan humus, humus adalah zat humat tang bercampur bersama dengan produk-produk sintesis mikroba yang sudah menjadi suatu senyawa yang stabil serta telah menjadi bagian dari tanah. Memiliki morfologi dan struktur yang berbeda dengan bahan aslinya. Proses penguraian pembentukan humus disebut humifika.
Berikut adalah jenis tanah bahan organik :
Terimakasih.